Membolos,Siswa SMP Satap di Lotim Menangis Histeris Dihadapan Camat Labuhan Haji ‎

Seorang Siswa SMP  yang kedapatan bolos menangis dihadapan Camat Labuhan HajiBaiq Lian Krisna karena merasa takut dilaporkan ke orang tuanya. Photo: Istimewa
Lombok Timur, RNETnews - Salah seorang siswa SMP Satap di wilayah kecamatan Sakra Timur dengan inisial FH menangis histeris dihadapan petugas yang menemukan berkeliaran bersama teman-temannya saat jam belajar di kawasan pantai Suryawangi,kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur,Senin siang (2|1).
Siswa yang kedapatan bolos tersebut menangis dihadapan Camat Labuhan Haji, Baiq Lian Krisna karena merasa takut dilaporkan ke orang tuanya, apalagi setelah kunci sepeda motornya diambil petugas menangisnya semakin menjadi-jadi.

Apalagi petugas akan membawa siswa tersebut bersama sepeda motornya ke Polsek Labuhan Haji,sehingga membuat siswa yang ditemukan membolos itu semakin tambah takut. Kemudian siswa itu berusaha mengambil sejumlah uang  disaku celananya untuk diberikan ke petugas,agar dilepaskan.

Sementara petugas langsung memanggil orang tua siswa tersebut untuk datang dengan meminta untuk mengawasi anaknya dan setelah membuat perjanjian untuk tidak mengulangi perbuatan diperbolehkan pulang.

Camat Labuhan Haji, Baiq Lian Krisna saat dikonfirmasi membenarkan pihaknya bersama pertugas dari Polsek,Pol.PP dan pemerintah kelurahan Suryawangi berhasil mengamankan siswa yang berkeliaran saat jam belajar di kawasan pantai Suryawangi.

" Sebenarnya banyak teman siswa yang kita amankan membolos di pantai,akan tapi berhasil kabur dengan menggunakan sepeda motor," tegasnya.

Menurutnya siswa yang diamankan karena saat akan melarikan diri menggunakan sepeda motornya mati,sehingga petugas mengambil kuncinya dan menanyakan kenapa tidak menggunakan helm dan berkeliaran di pantai saat jam sekolah.

Kemudian siswa itu dengan rasa takut menjawab diajak teman-temannya,sehingga pihaknya mengingatkan kepada siswa itu untuk tidak mengulangi perbuatannya.

" Kita minta bantuan Bhabinkamtibmas untuk menyuruh datang orang tua siswa yang kita temukan berkeliaran saat jam sekolah,lalu setelah itu berikan peringatan dan buat perjanjian tidak mengulangi perbuatan tersebut," tandasnya. (SR) 

0 Komentar

Posting Komentar