Bupati Loteng Lalu Pathul Bahri. Photo: Riki

Lombok Tengah- Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Tengah berharap pembangunan kantor Imigrasi bisa terealisasi di kota Praya. Pasalnya Loteng sebagai pintu masuk dan pergerakan Warga Negaranya Asing (WNA) seperti dari Bandara Internasional Lombok. 


Bupati Loteng Lalu Pathul Bahri mengatakan, bahwa pembangunan kantor Imigrasi tersebut untuk memudahkan pengawasan Warga Negara Asing (WNA) di Loteng, khususnya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.


"Aktivitas WNA yang hampir mencapai 100 ribu orang per tahun khususnya di KEK Mandalika. Maka pengawasan orang asing penting," ujarnya, Selasa (17|1) 


Dijelaskan, agenda internasional dengan keberadaan Sirkuit Mandalika juga cukup menyedot WNA yang datang ke Loteng. Apalagi, ada Bandara Lombok serta Sirkuit motocross yang menjadi alasan kuat dibangunnya kantor Imigrasi. Selain itu dengan investasi yang saat ini berkembang pesat di Loteng serta keberadaan Teluk Awang di desa Mertak, Pujut.


"Kegiatan internasional itu banyak mendatangkan orang luar. Maka pengawasan orang asing penting menjadi perhatian kita terhadap kondusifitas dan keamanan itu secara administratif," imbuhnya 


Dikatakan, pihaknnya sudah menyiapkan lahan seluas dua hektar yang bisa digunakan sebagai lokasi pembangunan kantor Imigrasi. Lahan yang berlokasi di sebelah kantor Bupati itu sudah dikomunikasikan dengan pemerintah provinsi sebagai pemilik aset untuk digunakan sebagai lokasi pembangunan kantor Imigrasi.


"Mudahan-mudahan ini bisa segera terbangun," harapnya.


Sementara itu, Kepala Wilayah Kemenkumham NTB, Parlin mengatakan, pembangunan kantor Imigrasi di Loteng dianggap sebagai hal yang cukup strategis pasalnya, pergerakan WNA di Loteng memang perlu pengawasan dengan adanya bandara dan juga sirkuit Mandalika. Oleh sebab itu, pihaknya akan segera menyampaikan wacana pembangunan kantor tersebut kepada Kemenkum HAM pusat agar segera direalisasikan.


"Banyak sekali aktivitas orang asing dan masuknya orang asing di Loteng. Tentunya akan kami dorong karena pembangunan kantor Imigrasi di Loteng sudah pasti jadi keniscayaan," ujarnya.


Menurutnya, lahan seluas dua hektar yang disiapkan pemerintah daerah sebagai lokasi pembangunan kantor Imigrasi tersebut sudah cukup. Akan tetapi, dia berharap pemerintah daerah juga bisa menyiapkan tambahan lahan untuk pembangunan lembaga pemasyarakatan (lapas). Hal itu lantaran lapas yang ada di Rumah Tahanan (rutan) Praya saat ini sudah over kapasitas.


"Kalau kantor Imigrasi disatukan dengan Lapas butuh sekitar lima hektar karena akan menampung banyak orang. Kami harapkan lahannya juga disiapkan oleh Pak Bupati,tandas Parlin (Riki)