Lombok Timur - Seorang mahasiswa asa Desa Gereneng, Kecamatan Sakra Timur,Kabupaten Lombok Timur,Dani Hairullah (20) Warga Gereneng,Kecamatan Sakra Timur duel dengan maling saat melakukan pencurian di rumah mahasiswa tersebut. Dengan kejadian Rabu dinihari (27|12) sekitar pukul 03.00 wita.


Berdasarkan data yang berhasil dihimpun menyebutkan Pelaku masuk ke rumah korban melalui pintu yang tidak dalam terkunci dan mengambil tiga Hand Phone (HP) yang berada di dalam rumah korban.

Namun saat mahasiswa mengetahui pelaku tersebut HP milik mahasiswa itu, akan tapi aksi maling yang mengambil HP-nya dengan mendengarkan langkah kaki orang. Maka menyebabkan terbangun dari tidurnya,karena saat itu mahasiswa tidur di teran depan rumahnya.‎


Maka mahasiswa itu mengejar pelaku sampai ketemu,namun saat akan ditangkap pelaku melakukan perlawanan dengan melawan mahasiswa duel.Akan tapi perlawanan tidak berimbang dengan pelaku membawa parang dengan menebas sejumlah bagian tubuh mahasiswa tersebut.


Seperti kelingking,jari manis,lengan tangan kanannya dan luka robek pada leher sebelah kiri dan keningnya.Namun meski mahasiswa sudah mengalami luka masih melakukan perlawanan dengan memukul dada pelaku menggunakan batu,maka menyebabkan pelaku jatuh, akan tapi bangun lagi dengan melarikan diri dan meninggalkan korban.


Sementara korban kembali ke rumahnya sambil minta tolong, sehingga membuat keluarga dan tetangganya terbangun dengan langsung membawa korban ke Puskesmas Lepak untuk mendapatkan perawatan,akan tapi kemudian diizinkan pulang dan melakukan rawat jalan.


Dari tiga buah HP yang diambil pelaku,satu diantaranya diketemukan dilokasi duel mahasiswa dengan pencuri tersebut, sedangkan atas kejadian itu korban tidak terima dengan melaporkan ke kantor polisi guna proses penyelidikan.


Kapolsek Sakra Timur melalui Kasi Humas Polres Lotim,Iptu Nicolas Oesman saat dikonfirmasi membenarkan pihaknya telah menerima laporan kasus pencurian dengan kekerasan di wilayah Desa Gereneng,Kecamatan Sakra Timur.


" Kita sudah terima laporan kasusnya masih lidik," tegasnya. (Rj.)