Lombok Barat, 21 April 2024 – Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat turut melibatkan pengembangan komunitas Difabel. Salah satunya melalui pembangunan Eco School yang bangunannya didesain agar dapat diakses oleh mereka yang berkebutuhan khusus. Diresmikan secara langsung oleh Wakil Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat pada tanggal 21 Desember 2022 silam, Amani Ecoshool mendapat sambutan yang positif. Tercatat sejak bulan Maret 2023 hingga Februari 2024 lalu, sekolah ini telah menerima 1.622 pengunjung dari berbagai jenjang tingkatan sekolah dan organisasi, baik dari NTB maupun dari daerah lainnya bahkan dari mancanegara.


Sekolah Alam yang berlokasi di Jalan Gegerung, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat ini memiliki desain yang cukup unik. Berkonsep bangunan semi permanen, sekolah ini memiliki pencahayaan dan sirkulasi udara yang cukup baik. Dalam pembangunannya, sekolah ini juga menggunakan 300 ton FABA yang merupakan sisa pembakaran batu bara dari PLTU Jeranjang sebagai stabilisasi tanah dan 2000 batako FABA dari UKM setempat yang mendapat bantuan program TJSL berupa alat cetak paving blok, sebagai tambahan material bangunan. 


Amani Eco School ini memiliki 108 peserta didik yang terdiri dari 10 peserta Difabel, 6 peserta Life Skill Menjahit dan 92 anak didik dari Desa Ketapang.  Amani Eco School sendiri merupakan side project dari Bank Sampah NTB Mandiri yang berfokus pada kegiatan pelatihan life skill dan edukasi pemilahan, pengolahan, hingga pemanfaatan sampah menjadi barang-barang yang lebih bernilai. Kegiatan pelatihan yang dilakukan berfokus pada pengembangan life skill, sedangkan kegiatan edukasi yang dilakukan berupa sosialisasi pemilahan dan pengolahan sampah serta berbagai aktivitas berkreasi.


Siti Aisyah, founder Amani Eco School mengungkapkan bahwa sekolah ini telah dikenal oleh berbagai kalangan pecinta lingkungan. “Selain edukasi terkait pengolahan sampah, kami mengenalkan kegiatan berkreasi ecopounding yakni sebuah seni mencetak bentuk dari alam dengan tehnik memalu daun atau bunga di atas kain dan shibori yaitu seni mewarnai kain dengan tehnik mengikat untuk memberikan motif pada kain. Tidak hanya itu, kegiatan menjahit juga menjadi salah satu aktivitas yang dilakukan dalam kegiatan edukasi ini untuk umum.” ujarnya.


“Keberadaan Amani Eco School ini sangat bermanfaat baik bagi komunitas difabel maupun masyarakat Desa Ketapang dan sekitarnya. Dengan sekolah ini anak-anak memilki tambahan pengetahuan dan skill yang berguna bagi masa depan mereka yang mereka dapatkan di luar sekolah formal. Teman-teman difabel juga menjadi makin termotivasi untuk belajar atas keberpihakan terhadap mereka dengan ruang belajar yang mudah diakses. Mereka juga dapat menjual produk akhir dari hasil kreasinya di Amani Eco School bahkan terkadang menjadi instruktur pagi para pengunjung yang ingin belajar. Jadi, terimakasih kami sampaikan kepada PLN telah mensupport keberadaan sekolah ini.” tutupnya.


Sementara itu, Sudjarwo, General Manager PLN NTB mengungkapkan Amani Eco School ini merupakan perwujudan dari Sustainibility Development Goals yang ke empat, yaitu Pendidikan Berkualitas. “Dengan adanya sekolah alam ini, kami berharap komunitas difabel dan masyarakat Desa Ketapang dan sekitarnya bisa mendapatkan manfaat didalam pelatihan life skill dan pengolahan sampah dan limbah yang ada menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.” ujarnya.


Dengan banyaknya pengunjung, Sudjarwo menganggap bahwa keberadaan Amani Eco School telah memberikan inspirasi bagi banyak kalangan. “Kami berharap Amani Eco School ini tetap bisa memberikan inspirasi dan insight bagi siapapun yang berkunjung. Banyak hal yang bisa didapatkan terutama bagaimana peduli dan menjaga lingkungan agar tetap indah untuk diwariskan bagi generasi penerus kita.” ungkapnya.


“Ketika berkunjung, jangan lupa untuk berbelanja hasil kreatifitas rekan-rekan peserta didik Amani Eco School ini. Dengan semangat yang kita tularkan, akan memotivasi mereka untuk bangkit dan lebih giat dalam berkarya.” tutup Sudjarwo. Sebelumnya, PLN juga telah berkolaborasi dengan LEIC telah meresmikan Eco School Nusantara di Lombok Tengah pada bulan Desember 2020 yang hingga saat ini telah berkembang dan memiliki puluhan siswa dengan program yang masih berorientasi terhadap anak anak dan lingkungan. (*)