Koraban T (berbaju kaos hitam) meminta maaf dan mencium tangan ayahnya M (berbaju putih). Photo: Istimewa
Mataram - Seorang ayah yang berinisial M (58) menganiaya anak kandungnya sendiri dengan sebilah parang,hingga telinga anaknya hampir putus. Kejadian itu terjadi di rumah mereka di Sayang-sayang Daye, Cakranegara Kota Mataram pada Senin, (1/11/ 2023) sekitar pukul 12:00 Wita.


Menurut keterangan saksi-saksi, M dan anaknya yang bernama T (33) terlibat cekcok mulut karena masalah sepele. M tidak terima dengan perkataan T anaknya yang dianggapnya kurang sopan,saat  meminta uang kepadanya lalu mengambil parang yang ada di dekatnya dan mengayunkannya ke arah T. Parang itu mengenai telinga kiri T dan membuatnya hampir terputus.


T yang terluka segera dilarikan ke RSUD Kota Mataram untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara M yang sadar telah melakukan kesalahan, langsung pergi ke Mapolsek Sandubaya untuk menyerahkan diri.


Kapolsek Sandubaya Kompol Moh Nasrullah SIK membenarkan adanya laporan dari M tentang penganiayaan yang dilakukannya. Ia mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan olah TKP, mengumpulkan keterangan saksi-saksi, dan mengamankan barang bukti berupa parang.


"Korban semenjak cerai dengan istrinya di lombok utara,tiggalnya serabutan kadang sama sodaranya kadang sama kelurga yang lain,anaknya sudah sering menyusahkan orang tuanya, miinta uang trus,tidak tahu uang di gunakan untuk apa,terakhir dia minta uang sambil ancam orang tuanya"uangkap Kompol Nasrullah. Pada media, Sabtu, (4/11/2023).


Namun karena kasus ini terjadi antara ayah dan anak yang dipicu oleh hal yang sepele,dan keduanya saling memaafkan,dari Polsek Sandubaya mengupayakan mediasi kepada keduanya.


"Setelah kami koordinasi dan pelajari hasil olah TKP, kami melakukan mediasi antara korban dan pelaku. Karena keduanya masih ada hubungan keluarga, yaitu bapak dan anak, maka korban sepakat untuk tidak melanjutkan proses hukum. Pelaku juga menyadari kekhilafan yang dilakukan dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi," ujar Kompol Nasrullah.


Kapolsek berharap agar kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua pihak, khususnya orang tua dan anak, untuk saling menghormati dan menghargai. Ia juga mengimbau agar masyarakat tidak mudah terpancing emosi dan menggunakan kekerasan dalam menyelesaikan masalah. (red.)