Ida Royani. Photo: RNETnews.com

Mataram,RNETnews.com - Oknum lowyer Ida Royani memberikan klarifikasi terhadap adanya status di Story Wasthapp yang berbunyi," Jangan sentuh Kapolsek saya rekan-rekan media maka saya tidak akan tinggal diam,".


Sementara atas status tersebut mengundang reaksi keras dari kalangan jurnalis yang ada di Lotim.Karena dianggap kata-kata itu diduga melakukan pengancaman terhadap media.

" Terus terang dari hati yang paling dalam tidak pernah ada kata mengancam,karena itu cuman sebuah kata-kata umum saja," kata oknum Lowyer Ida Royani saat diklarifikasi di Mapolda Polda NTB, Senin (28|8).

Menurutnya dirinya memiliki kepedulian terhadap kapolsek yang mengalami permasalahan tersebut.Maka arti dari kata tidak tinggal diam itu kalau dirinya bersedia mendampingi Kapolsek Pringgebaya jika ada proses hukum itu dengan Kapolsek.

Kemudian selebih dari itu tidak pernah melarang dari rekan-rekan media dan tidak pernah melarang untuk memberitakan,karena kita memiliki tufoksi masing-masing.

" Saya mengatakan ini karena dirinya merupakan Advokad karena kalau dia (Kapolsek Pringgebaya,Red) merasa tersentuh dengan berita-berita ,maka dirinya tidak akan tinggal diam dalam arti pendampingan hukum,bukan untuk memberhentikan berita tidak ada maksud kesana," ujarnya.

Ida Royani meminta agar kepada teman-teman media untuk ketemu jangan lewat chat Watshaap pribadi,karena kalau dirinya tersinggung lalu mengsherenya.

" Silahkan ketemu jangan lewat chat pribadi biar jelas," tambahnya.

Sementara saat ditanya apakah menjadi Lowyer Kapolsek Pringgebaya,Ida Royani mengatakan belum ada tanda tangan kuasa hukum,akan tapi informasi yang didengar masih menjalin komunikasi yang baik.

Karena Kapolsek Pringgebaya dipanggil internal belum ada masalah yang menyangkut hukum.

" Jika saya dibutuhkan Kapolsek siap 24 jam,karena merupakan Kapolsek sosial," pungkasnya.(red.).