Tak Kunjung Berangkat,Puluhan Calon Jamaah Umroh Geruduk Kantor Cabang Fidya Travel Lotim. Photo: Rizal
RNETnews,NTB - Puluhan calon jamaah umroh melakukan aksi unjuk rasa di kantor cabang perusahaan Fidya Travel Cabang Lombok Timur,Kamis (4|5).

Menuntut agar pihak perusahaan mengembalikan uang calon jamaah yang telah disetorkan calon jamaah,karena tak juga kunjung diberangkatkan umroh ke tanah haram.

Para calon jamaah umroh datang membawa famplet dan berbagai tulisan yang menyudutkan pihak perusahaan travel tersebut. Bahkan dalam aksi tersebut para jamaah sempat bersitegang dengan pihak pimpinan perusahaan travel saat sedang memberikan penjelasan terhadap calon jamaah yang melakukan aksi.

"Pokoknya kami minta uang setoran umrah kami dikembalikan dan tidak mau diberangkatkan umroh,karena sudah tidak percaya lagi kepada fidya travel," teriak agent dan sekaligus calon jamaah umroh asal Pringgesela, Hilman Hakim saat berorasi di depan kantor fidya travel.

Massa aksi mengatakan pihak perusahaan berjanji akan memberangkatkan mereka pada tahun 2022 lalu,sedangkan meraka sudah melunasi seluruh biaya umroh pada tahun 2021 lalu, akan tetapi sampai saat ini mereka tidak kunjung diberangkatkan,sedangkan setoran untuk menunaikan ibadah umroh sebesar Rp 35.500.000 sudah kami serahkan.

Sementara pihak perusahaan terus memberikan janji palsu untuk segera memberangkatkan kami,apalagi kami sudah melakukan selamatan dengan mengundang keluarga dan tetangga terdekat. Tapi setelah itu kami tidak juga kunjung diberangkatkan.


" Betapa malunya kami setelah ditahu sama tetangga tidak kunjung berangkat umroh,sedangkan ada tetangga kami menggunakan travel lain sudah berangkat umroh," tegas Hilman Hakim juga.


Begitu juga koordinator aksi,M.Zaini menegaskan para calon jamaah umroh sebanyak 22 orang merasa diduga ditipu pihak perusahaan travel,mereka melakukan aksi untuk meminta pertanggungjawaban pihak travel atas belum berangkatnya calon jamaah umroh tersebut.


Apalagi dengan pihak travel telah berjanji akan memberangkatkan jamaahnya pada tahun 2022,tapi sangat disayangkan sekali sampai tahun 2023 tak juga kunjung diberangkatkan.


" Jamaah minta uangnya dikembalikan saja karena sudah tidak percaya lagi dengan pihak travel," tegas Zaini seraya mengatakan kalau tidak ada itikad baik dari pihak travel maka kami akan ratakan kantor ini dan melaporkan ke APH.


Sementara itu pimpinan cabang Fidya Travel Lotim,M.Syahroni menegaskan pihaknya tetap bertanggungjawab untuk memberangkatkan calon jamaah umroh yang belum diberangkatkan. 


Bahkan antara pihak perusahaan dengan calon jamaah sudah menandatangani surat pernyataan diatas materia 10.000 mengenai masalah keberangkatannya. Karena tertundanya pemberangkatan jamaah akibat adanya covid.


" Sisanya yang 20 orang ditambah agent dua orang akan kita berangkatkan secara bertahap sebagaimana pernyataan yang ada," terang Syahroni.


Ia menegaskan juga segala kebijakan yang disampaikan pimpinan cabang kepada jamaah berasal dari pimpinan pusat,sehingga ini yang tentunya harus di pahami. Namun yang jelas bagi jamaah yang ingin berangkat tentunya akan kita berangkatkan akan tapi bagi yang tidak dan kembali uangnya,maka kami akan kembalikan.


" Tinggal kami kembalikan ke jamaah apakah mau tetap diberangkatkan atau uang dikembalikan," terangnya.


Kemudian setelah mendengar penjelasan pimpinan cabang travel,tapi dari jamaah langsung memprotes dan membantah apa yang disampaikan pihak perusahaan travel. Dengan tegas jamaah memberikan deadline waktu sampai bulan Nopember 2023 untuk melunasi uang calon jamaah umroh,karena kalau tidak akan melaporkan ke APH.


" Kami bisa mengembalikan uang jamaah diatas bulan November,karena kalau dibawah itu kami tidak sanggup,bahkan siap untuk menerima resiko apapun termasuk dilaporkan ke APH sudah siap," kata M.Syahroni.


Setelah ada kesepakatan diantara kedua pihak,kemudian pihak perusahaan membuat surat pernyataan mengenai kesedian untuk mengembalikan biaya umroh jamaah yang telah disetorkan dengan tempo waktu paling telat bulan November 2023 mendatang.‎


Kemudian massa membubarkan diri setelah adanya kesepakatan dengan mendapatkan pengamanan ketat dari aparat kepolisian. Dengan berlangsung aman dan tertib serta massa aksi melanjutkan aksinya ke tempat lainnya. (red.)