Kepala Sekolah dan Guru di NTB Gaptek ?

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah saat menerima audiensi Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPPM) Provinsi NTB yang berlangsung di Aula Pendopo Wagub NTB, Selasa (27/12). Photo: Istimewa

Mataram -  Sebanyak 3.178 satuan pendidikan di Provinsi NTB telah berhasil masuk dalam platform Merdeka Mengajar yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI. 

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah memberikan apresiasi terkait banyaknya satuan pendidikan yang paham dalam pemanfaatan teknologi, terbukti dari banyaknya yang sudah masuk kedalam platform Merdeka Belajar.

Ummi Rohmi juga menghimbau kepada seluruh stakeholder terkait dapat bekerjasama dalam mengelola data pendidikan  harus by name by adress. Hal ini bertujuan agar data - data tersebut dapat digunakan sesuai dengan sasaran.

"Harus tetap dilakukan kolaborasi antara BPMP, Dikbud NTB, Bappeda NTB dan BPS NTB agar data kita dapat diperbaiki, kerjasama dengan baik semoga dengan kerja sama yang baik mendapatkan data by name by adress," kata Ummi Rohmi, sapaan akrab Wagub NTB saat menerima audiensi Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPPM) Provinsi NTB yang berlangsung di Aula Pendopo Wagub NTB, Selasa (27/12).

Kepala BPMP NTB, Drs. H. Muh. Irfan, MM menjelaskan, bahwa satuan pendidikan di NTB tidak gaptek, bahkan NTB menempati urutan ke - 3 secara nasional yang terbanyak masuk kedalam platform Merdeka Mengajar.

"Banyak Kepala Sekolah, guru - guru kita dengan jumlah 3.178 tidak gaptek, buktinya semua masuk platform dan masuk melalui handphone masing - masing," tuturnya. 

Platform Merdeka Mengajar dibangun untuk menunjang penerapan Kurikulum Merdeka agar dapat membantu guru dalam mendapatkan referensi, inspirasi, dan pemahaman dalam menerapkan Kurikulum Merdeka. (rls/red.)

0 Komentar

Posting Komentar