MATARAM-Dalam menyikapi dinamika internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Sekretaris PPP Provinsi Nusa Tenggara Barat Siti Ari, mengajak seluruh kader PPP di NTB untuk tetap solid, menjaga persatuan, serta kekompakan, tidak menyampaikan statemen yang kontra produktif dan provokatif yang dapat merugikan partai.
Sementara dinamika tersebut tidak boleh menjadi alasan bagi kader di daerah untuk terpecah ataupun saling berseberangan. Justru, seluruh elemen partai harus menunjukkan kedewasaan politik dengan tetap fokus menjaga stabilitas organisasi demi kondusivitas daerah.
“Saat ini kami DPW PPP NTB Sedang fokus menyelesaikan Muscab di tingkat Kabupaten/ Kota, untuk itu seluruh Kader PPP di NTB harus tetap solid, adapun dinamika dalam pelaksanaan muscab di beberapa kabupaten / kota merupakan bagian dari demokrasi yang harus di hormati, Kita harus tetap menjaga kebersamaan dan mengedepankan kepentingan masyarakat demi pengembangan partai ” tegas Siti Ari di Mataram pada awak media ini. Jum'at, (8/5)
Menurutnya pentingnya seluruh kader menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), khususnya di tengah berbagai isu politik yang berpotensi memicu gesekan di tengah masyarakat.
Karena kader PPP harus menjadi contoh dalam menjaga suasana yang damai, sejuk, dan penuh rasa persaudaraan. Perbedaan pandangan dalam politik merupakan sesuatu yang wajar dalam berdemokrasi.
" Semua persoalan yang terjadi harus disikapi secara bijak tanpa memperbesar konflik yang dapat merugikan partai," ujarnya.
Siti Ari mengajak seluruh kader untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, dan terus menjaga Kamtibmas. Politik harus menjadi sarana membangun, bukan memecah belah.
Dengan berharap seluruh kader di NTB tetap fokus menjalankan kegiatan positif yang bertujuan untuk pengembangan partai, memperkuat konsolidasi internal, dan hadir di tengah masyarakat dengan solusi, bukan polemik.
" Kita harapkan semua kader tetap fokus untuk kemajuan partai," tandasnya.
0Komentar
Berkomentar dengan mencantumkan link promosi otomatis kami hapus.