LOMBOK TIMUR— Universitas Hamzanwadi kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Membangun Desa Tahun 2026 yang digelar pada Senin, 27 April 2026 di Panggung Putih YPH PPD NWDI Pancor. Kegiatan ini menjadi tahapan penting dalam mempersiapkan mahasiswa sebelum diterjunkan langsung ke tengah masyarakat.
Kegiatan pembekalan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Rektor Universitas Hamzanwadi Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd yang sekaligus membuka acara, Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah Provinsi NTB Firmansyah, S.Hut., M.Si, Kepala Desa Rarang Selatan Muhammad, Asisten Manajer OJK NTB Yan Anjas Pratama, Statistisi Ahli Muda BPS Lombok Timur Ni Wayan Hari Wintari bersama Wicak Surya Hasani, serta Wakil Direktur DPPM Universitas Hamzanwadi Prof. Dr. H. Khirjan Nahdi, M.Hum.
Dalam laporan kegiatan, Ketua Panitia KKN, Dr. Ramli Akhmad, M.Pd, menyampaikan bahwa sebanyak 531 mahasiswa dari tiga fakultas, yakni FMIPA, FISE, dan FBSH, akan mengikuti program KKN tahun ini. Ia menegaskan bahwa pembekalan ini dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif kepada mahasiswa terkait penyusunan program kerja, penentuan fokus kegiatan, serta strategi pelaksanaan program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat desa.
“Materi pembekalan akan disampaikan langsung oleh para narasumber dari berbagai instansi, sehingga mahasiswa mendapatkan perspektif yang luas, baik dari sisi pembangunan daerah, ekonomi, hingga penguatan literasi keuangan dan statistik,” jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa pelepasan resmi peserta KKN akan dilaksanakan pada 2 Mei 2026.
Dalam sambutannya, Rektor Universitas Hamzanwadi Selong,Hj.Siti Rohmi Djalillah dalam sambutannya memberikan pesan yang kuat dan inspiratif kepada seluruh peserta. Ia menekankan bahwa KKN bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan momentum penting untuk mengasah kepekaan sosial dan menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.
“Jika ingin KKN kalian berkesan, maka hadirkan kebermanfaatan di tengah masyarakat. Jangan hanya datang dan menjalankan program, tetapi pastikan apa yang kalian lakukan benar-benar dirasakan manfaatnya,” tegasnya.
Lebih lanjut, Rektor mengingatkan pesan Almaghfurulahu Maulana Syeikh TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid tentang pentingnya menjadi “pelita yang menyinari seluruh alam”. Nilai tersebut, menurutnya, harus menjadi landasan bagi mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan melalui pengabdian yang tulus dan berdampak.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga nama baik Universitas Hamzanwadi selama berada di lokasi KKN. “Kalian adalah representasi kampus di tengah masyarakat. Tunjukkan sikap, etika, dan kontribusi terbaik agar kehadiran kalian membawa kesan positif,” tambahnya.
Kegiatan pembekalan ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis pelaksanaan KKN, tetapi juga memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dengan pemerintah daerah, lembaga keuangan, serta instansi lainnya dalam mendukung pembangunan desa. Kehadiran berbagai narasumber menjadi bukti bahwa KKN Universitas Hamzanwadi diarahkan untuk menghasilkan program yang terintegrasi, inovatif, dan berkelanjutan.
Dengan adanya pembekalan ini, diharapkan seluruh mahasiswa peserta KKN memiliki kesiapan yang matang, baik dari sisi pengetahuan, keterampilan, maupun mental. Lebih dari itu, KKN diharapkan menjadi ruang belajar nyata bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, sekaligus berkontribusi dalam mendorong pembangunan desa yang lebih maju, mandiri, dan berdaya.
0Komentar
Berkomentar dengan mencantumkan link promosi otomatis kami hapus.