Mataram, 6 Februari 2024 - PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berkolaborasi dengan Komunitas Srikandi PLN, Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN dan Dinas Kesehatan, melaksanakan program penanganan stunting yang dimulai sejak tanggal 7 Desember 2023 silam. Program pengentasan stunting ini akan dilaksanakan dalam 3 bulan secara berturut-turut yang akan berakhir pada tanggal 7 Maret 2024. 


Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Sambik Bangkol Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Sementara itu, di pulau Sumbawa, dilaksanakan di Desa Penyaring, Desa Baru Tahan, Desa Sebewe Kecamatan Moyo Utara. Program penanganan stunting ini menyasar desa-desa yang yang memiliki tingkat stunting yang cukup tinggi. Koordinasi secara intens juga dilakukan dengan Dinas Kesehatan Kecamatan dan Aparatur Desa setempat serta para kader Posyandu.


Program Penanganan stunting PLN NTB dilaksanakan dengan memberikan asupan makanan rutin selama 5 hari tiap pekannya dalam 3 bulan berturut-turut. Kader Posyandu di masing-masing Dusun bertugas menakar kadar gizi dan memasak makanan yang akan diberikan. Hasilnya, pada akhir bulan pertama program penangananan stunting digulirkan, tercatat sebanyak 63,7% dari 185 target anak yang mengalami stunting di masing-masing desa tersebut telah menunjukkan hasil positif, baik dari peningkatan berat badan maupun dari penambahan tinggi badannya. 


Ketua Srikandi PLN NTB, Alfi Laili Fauziah, mengatakan bahwa program penanganan stunting sengaja dibuat menjadi 3 bulan agar dampak program bisa diukur dan memberikan dampak maksimal terhadap penanganan stunting di NTB. “Program kali ini kami buat berbeda, yakni di durasi pelaksanaannya menjadi selama 3 bulan. Kami ingin agar program ini bukan menjadi kegiatan ceremony biasa, namun bisa memberikan kemanfaatan terhadap tujuan awal program ini, yakni NTB bebas dari stunting”, tutur Alfi.


Di tempat terpisah, Kepala Tata Usaha UPT BLUD Puskesmas Gangga, Nurhayati, mengungkapkan rasa terimakasihnya atas kepedulian PLN terhadap penanganan stunting di provinsi NTB. Beliau optimis dengan adanya program semacam ini yang dilaksanakan secara konsisten akan membantu pemerintah daerah di dalam menangani kasus stunting. “Terimakasih kepada PLN telah mengawali model program penanganan stunting dari BUMN, harapan kami model program serupa bisa dijadikan acuan oleh instansi lainnya yang berkenan melaksanakan program serupa. Kami yakin dengan kolaborasi bersama oleh seluruh elemen, stunting di NTB bisa kita entaskan bersama”, ujar Nurhayati.


Hal serupa juga diungkapkan oleh Camat Moyo Utara Kabupaten Sumbawa, Muhammad Nur, S.STP. Ia bersyukur bahwa masih ada yang peduli terhadap tumbuh kembang anak di wilayah NTB. “Kami bersyukur atas kepedulian PLN terhadap permasalahan stunting yang dihadapi oleh anak-anak di NTB. Penting bagi kita semua untuk menjaga tumbuh kembang anak agar nantinya generasi penerus di provinsi NTB menjadi generasi emas yang membawa kemajuan bagi daerahnya”, tutur Muhammad Nur, S.STP.


Sementara itu, General Manager PLN UIW NTB, Sudjarwo menjelaskan bahwa kegiatan bertajuk Srikandi PLN Movement 2023 melalui program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) ini diinisiasi sebagai bentuk respons terhadap permasalahan stunting yang masih menjadi tantangan serius di masyarakat.


“Program penanganan stunting ini merupakan bentuk kepedulian PLN terhadap peningkatan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat. Harapan kami, melalui program cegah stunting ini dapat menciptakan generasi Indonesia yang unggul, tumbuh dan berkembang secara optimal,” jelas Djarwo.


Ia juga mengucapkan terimakasih atas kolaborasi yang tercipta dengan adanya program ini. “PLN juga berterimakasih atas kerjasama yang terjalin antara Dinas Kesehatan, Aparatur Kecamatan serta Desa dan Kader Posyandu yang telah turut membantu mensukseskan program ini”, ujar Djarwo.


“Program ini juga diinisiasi oleh Srikandi PLN yang dirangkai dalam Program Sriandi Movement, yang harapannya menjadi media bagi Srikandi PLN untuk melakukan intervensi program dengan berbagi ilmu, keahlian dan tenaga untuk memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar dan berkontribusi membantu menyelesaikan masalah sosial lingkungan sekitar perusahaan,” tutur Djarwo. 


"Dari 185 anak target penanganan stunting, setiap bulan akan dilakukan pengukuran untuk mengetahui dampak program. Setelah 3 bulan pemberian bantuan asupan makanan pada masa awal pertumbuhan balita, harapannya lahir anak-anak yang lebih sehat dan tangguh menghadapi tantangan masa depan”, pungkas Djarwo. (*)