Mataram,  – PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) mengenalkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan dalam gelaran MotoGP 2023, yang sukses diselenggarakan di sirkuit Mandalika sepekan kemarin. 


General Manager PLN UIW NTB, Sudjarwo menyebut momentum event internasional tersebut menjadi kesempatan bagi PLN UIW NTB untuk memperkenalkan UMKM binaan mereka kepada puluhan ribu pengunjung yang hadir di Sirkuit Mandalika.


“MotoGP Mandalika 2023 adalah salah satu ajang balap motor paling bergengsi di dunia. Dengan mempromosikan mitra binaan kami dalam acara ini, yaitu UMKM Bob Marlin yang memiliki produk utama kuliner olahan ikan laut. Tentunya kami melihat kesempatan besar untuk dapat mengembangkan UMKM lokal sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” jelas Djarwo.


UMKM Bobb Marlin sendiri telah berdiri sejak tahun 2018 yang kemudian menjadi mitra binaan PLN UIW NTB sejak 2021. Omsetnya pun menembus angka 120 juta selama tahun 2022, atau naik 2 kali lipat dibandingkan saat belum menjadi mitra binaan PLN.


Dalam gelaran MotoGP 20223, Bobb Marlin mendapat kesempatan untuk mempromosikan produk-produk mereka kepada pengunjung dari berbagai penjuru dunia. Produk-produk yang ditampilkan termasuk kuliner olahan ikan laut, makanan khas daerah, olahan daging, dan masih banyak lagi.


"Kami sangat antusias untuk berpartisipasi dalam gelaran MotoGP 2023 dan memberikan kesempatan kepada UMKM binaan kami untuk berkembang. Ini adalah langkah yang penting dalam mempromosikan keberagaman budaya dan ciri khas produk kuliner NTB," lanjutnya.


PLN UIW NTB juga telah mempersiapkan stan khusus UMKM binaan untuk tampil di area sirkuit Mandalika, tempat pengunjung dapat menjelajahi produk-produk UMKM binaan mereka, serta belajar lebih lanjut tentang program-program yang telah diterapkan oleh PLN NTB dalam mendukung perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah.


“Kami mengundang semua pihak untuk mendukung UMKM lokal terus berkembang. Dengan kerjasama dari berbagai pihak, kami yakin ini akan menjadi peluang besar untuk mempromosikan budaya dan potensi ekonomi NTB kepada dunia,” tutup Djarwo. (*)