Dua Investor Asing Berbaju Putih dan Biru (Kiri.red.) Photo: Riki
Lombok Tengah - Kabupaten Lombok Tengah kini semakin dilirik oleh para investor, salah satunya yakni investor asal Dubai dan Australia yang berencana membangun mall dan resort mewah sebagai penunjang pariwisata di Kabupaten Lombok Tengah


Rencananya, terdapat dua pembangunan yang masih dalam tahap pengkajian dan Detail Engineering Desaign (DED)


Direktur Silver Height Real Estate asal Dubai Samir Ahmed Munshi mengatakan pihaknya optimis bisa membangun mall mewah di bekas Kantor Bupati Loteng


"Kita lihat Loteng sangat sukses sekarang membangun dunia pariwisata. Nanti rencananya di bekas kantor bupati akan kita bangun Mall dan Hotel juga," kata Samir ketika berkunjung ke kantor Bupati Lombok Tengah, Kamis (15|2). 


Ia meminta izin pembangunan Mall dan Hotel itu tidak dikeluarkan lama-lama oleh Pemda. Bahkan dia juga meminta agar alas hak kepemilikan tanah lokasi berdirinya Kantor Bupati itu clear. 


"Alas haknya jelas siapa punya tanah. Sehingga pengembangan dan pengelolaan tidak terlalu berisiko. Kalau bisa sudah bersertifikat," katanya. 


Sementara Kepala Dinas Pariwisata Loteng Lalu Sungkul menjelaskan selain investor Dubai, satu Investor asal Australia yang merupakan Pemilik Tropik Resort dan Villa di Lombok, Michael Martin juga berniat akan mengembangkan resort mewah di dekat kawasan pantai Selong Belanak, Kecamatan Praya Barat. 


"Jadi nanti tempat itu akan menjadi rumah kedua bagi warga Timur Tengah yang berlibur pada musim musim tertentu atau musim panas di sana," katanya. 


Dengan adanya dua tawaran pembangunan tersebut kata Sungkul bakal menjadi peluang masuknya investasi lain yang bisa dikembangkan di Lombok Tengah. 


"Kita support karena akan banyak yang bisa dikerjakan nanti," ujarnya. 


Bupati Loteng Lalu Pathul Bahri mengatakan dua rencana pembangunan tersebut masih dalam kajian. Rencana itu bisa dilakukan jika FS dan DED nya pas dengan karakter yang ada di tengah masyarakat Lombok Tengah. 


"Loteng ini berada di sentral pintu gerbang dan warganya mayoritas muslim," katanya. 


Pathul mengatakan, pihaknya akan memberikan izin selebar-lebarnya kepada dua investor tersebut. Menurutnya Pemerintah Lombok Tengah memastikan izin pembangunan tidak akan mengalami kendala. 


"Ini sedang kita lihat FS-nya. Soal izin, kita pastikan ini lancar. Tidak ada kendala, kita bantu. Kita bilang persoalan itu tidak ada masalah," imbuhnya. 


Pathul pun belum bisa membocorkan berapa perkiraan nilai investasi kedua rencana pembangunan tersebut. "Nilai investasinya kita belum ke arah sana. Harus kita diskusikan. Karena ini tentang bagaimana untuk membangun Lombok Tengah, mudahan berjalan baik. Kita kawal terus ikhtiar, dan berdoa," pungkasnya. (Riki)