Logo Korpri
Lombok Timur
- Kalangan Anggota  Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) di lingkup ASN pemerintah Kabupaten Lombok Timur mulai bersuara terkait peruntukan dana Iuran wajib yang dikeluarkan abdi negara tersebut.

Diketahui, iuran Korpri merupakan dana yang dihimpun dari para Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintahan Daerah Lotim  dan pada akhirnya akan kembali lagi kepada ASN itu sendiri.

" Yang jadi pertanyaan sejumlah anggota korpri Lotim di sebagian teman - teman, yang jarang atau tidak pernah dilibatkan, bahkan  selama ini kegiatan korpri terkesan ekslusif, ada pengelompokan, di pusaran tertentu,"kata para ASN yang ada di Lotim,Jumat (10/11).

Ia mengungkapkan, untuk iuran anggota korpri ini,  anggota ditarik  7000/ bulan. Sementara tidak banyak anggota yang merasa mendapat manfaatnya, atau bahkan tidak pernah ada.sehingga dana korpri ini tidak jelas rimbanya.

Menurutnya  Data 2019 jumlah ASN di Lingkup Pemda Lombok Timur sebanyak 10.143  ASN. Jika semua anggota mengeluarkan iuran sebesar RP 7.000 x 12 = Rp 852,012,000 (852 juta)/ tahun. Kalau dikali 5 tahun berarti jumlah dana iuran yang sudah terkumpul bisa mencapai miliaran rupiah.

Belum juga dihitung adanya bantuan dari pemerintah daerah setiap tahunnya.Akan tapi  meski banyak dana yang sudah terkumpul sambungnya, hingga saat ini dana Korpri ini tidak jelas penggunaanya. Bahkan untuk membeli seragam korpri saja, anggota membeli dengan sendirinya.

"Sekedar seragam korpri anggota beli sendiri, yang jadi tanda tanya uang itu penggunaannya untuk apa saja, bahkan ketika  ada sumbangan, kita diminta lagi,"ujarnya.

Selain itu juga katanya, jika korpri mengadakan seminar - nasional yg diundang kalangan tertentu saja di pusaran pengurus yang dekat -  saja. Hal ini tentu tidak sesuai dengan keberadaan korpri itu sendiri.

" Anggota kecelakaan/ sakit tidak  ada perhatian khusus, anggota korpri bermasalah tidak pernah diadvokasi, seharusnya dana itu untuk kesejahtraan anggota, bukan yang lain,"katanya
 
Sementara itu, Kepala Dinas Pemerintahan Masyarakat dan Desa yang juga Sekretaris Korpri  Lotim Salmun Rahman yang dikompirmasi tidak memberikan jawaban, meski pesan yang dikirimkan dibacanya, namun hingga berita ini diturunkan belum memberikan jawaban.(Irwan).