IJTI saat bertemu Menkopolhukam Mahfud MD di Kantor Kemenko Polhukam. Photo: doc. IJTI
Jakarta,-Jelang sarasehan ke 25 Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Pengurus Pusat IJTI menggelar Sarasehan Nasional yang akan dihadiri oleh tokoh-tokoh penting di bidang pers dan pemerintahan. Salah satunya adalah Menkopolhukam Mahfud MD, yang telah menerima audiensi dari IJTI di Kantor Kemenkopolhukam, Senin (2/10/2023).


Ketua Umum IJTI Herik Kurniawan mengatakan bahwa Sarasehan Nasional ini bertujuan untuk mengajak para jurnalis televisi Indonesia untuk menerapkan jurnalisme positif dalam karya-karya mereka. Jurnalisme positif adalah sebuah konsep yang tidak hanya menyajikan fakta secara objektif, tetapi juga memberikan solusi dan manfaat bagi publik.


“Gagasan besar yang tengah kami usung adalah jurnalisme positif yakni sebuah upaya menyampaikan karya-karya jurnalistik yang tidak sekedar menyampaikan fakta saja namun juga mampu memberikan solusi serta manfaat bagi publik,” kata Herik.


Herik, yang juga menjabat sebagai Pemred RCTI, mengharapkan bahwa Sarasehan Nasional ini dapat menjadi momentum untuk menggaungkan jurnalisme positif sebagai sebuah gagasan besar IJTI. Ia juga mengundang Menkopolhukam Mahfud MD untuk memberikan kata sambutan dalam acara tersebut.


“InsyaAllah Prof Mahfud berkenan hadir untuk memberikan kata pembuka dalam Sarasehan Nasional 25 Tahun IJTI,” terang Herik.


Menanggapi undangan tersebut, Menkopolhukam Mahfud MD menyatakan dukungannya terhadap gagasan besar IJTI. Ia menilai bahwa jurnalisme positif dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga kemerdekaan pers dan memajukan jurnalisme Indonesia untuk kemaslahatan bangsa.


“Terima kasih kepada teman-teman IJTI, saya akan terus mendukung langkah-langkah IJTI untuk terus menjaga kemerdekaan pers serta memajukan jurnalisme di Indonesia melalui jurnalisme positif,” jelas Mahfud MD.


Mahfud MD juga mengingatkan agar IJTI turut serta menjaga kondusifitas di ranah cyber terutama di media sosial melalui karya-karya jurnalistik yang berkualitas dan bermanfaat. Ia berharap bahwa IJTI dapat menjadi contoh bagi jurnalis televisi lainnya dalam menerapkan etika dan profesionalisme.


Selain Ketua Umum IJTI dan Menkopolhukam Mahfud MD, audiensi ini juga dihadiri oleh Ketua Komisi Pengaduan dan Etik Dewan Pers Yadi Hendriana, Dewan Pertimbangan IJTI Bekti Nugroho, dan sejumlah pengurus pusat lainnya.


Sarasehan Nasional 25 Tahun IJTI akan dilaksanakan pada Sabtu 7 Oktober 2023 mendatang di Jakarta dengan tema “Membangun Jurnalisme Positif untuk Indonesia Maju”. Acara ini diharapkan dapat menjadi ajang silaturahmi dan diskusi antara para jurnalis televisi Indonesia serta pihak-pihak terkait lainnya. (rls/red.)