Petugas PLN saat membersihkan dan menurunkan layangan yang tersangkut di jaringan kabel distribusi listrik PLN. Photo: Istimewa.
Mataram, RNETnews.com – Meningkatnya insiden keamanan dan gangguan pasokan listrik yang disebabkan oleh aktifitas bermain layang-layang yang berdekatan dengan infrastruktur listrik. PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) memberikan imbauan kepada masyarakat NTB untuk tidak bermain layang-layang dekat instalasi jaringan listrik PLN. 


General Manager PLN UIW NTB mengungkapkan bahwa, aktifitas bermain layang-layang yang berdekatan dengan instalasi PLN memiliki potensi bahaya yang serius, termasuk gangguan pasokan listrik, kerusakan peralatan, dan risiko kecelakaan fatal.


"Kami memahami bahwa bermain layang-layang adalah hobi yang menyenangkan bagi banyak orang, terutama anak-anak. Namun, kami mendorong masyarakat untuk memilih lokasi yang aman dan menjauhkan diri dari instalasi listrik PLN. Keamanan adalah prioritas utama kami," jelas Djarwo. di kantornya. Senin, (06/09/2023). 


Terungkap selama Januari hingga Juni 2023 terdapat 30 kali gangguan yang terjadi akibat layang-layang yang tersangkut di jaringan kelistrikan PLN, dimana 11 kali gangguan di pulau Lombok dan 19 kali gangguan akibat layang-layang di pulau Sumbawa.


“Gangguan yang terjadi selama semester 1 tahun 2023 menjadi reminder bagi kami untuk terus mengingatkan masyarakat akan bahaya bermain layang-layang di dekat jaringan listrik,selama Januari hingga Juni 2023 terdapat 30 kali gangguan yang terjadi akibat layang-layang yang tersangkut di jaringan kelistrikan PLN” ungkaonya.


Djarwo juga memberikan beberapa tips kepada masyarakat untuk memastikan keselamatan saat bermain layang-layang.


“Pastikan untuk bermain layang-layang di lokasi yang jauh dari tiang listrik, gardu listrik, dan kabel-kabel listrik. Masyarakat juga perlu memperhatikan ketinggian saat bermain. Hindari bermain layang-layang terlalu tinggi agar tidak menyentuh kabel listrik di udara,” jelas Djarwo.


Tidak hanya itu, kondisi cuaca dan arah angin perlu diperhatikan sebelum memulai bermain layang-layang. Angin kencang dapat membuat layang-layang sulit dikendalikan. Terakhir, jika layang-layang terjebak di dekat kabel listrik, jangan mencoba untuk mengambilnya sendiri. Segera hubungi PLN atau pihak berwenang setempat.


“Kerjasama aktif dari masyarakat sangat kita perlukan dalam menjaga keamanan dan keandalan pasokan listrik. Dengan mematuhi imbauan ini, semua pihak dapat berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan mengurangi risiko gangguan pasokan listrik yang tidak diinginkan,” tutup Djarwo. (rls/red.)