LOMBOK TIMUR– Program Studi Pendidikan Khusus Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hamzanwadi melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) berupa Pelatihan Guru dalam Identifikasi dan Asesmen Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) melalui Profil Belajar Siswa (PBS) di SDN 1 Teros, Kabupaten Lombok Timur, Sabtu, 5 September 2026.

Kegiatan PKM tersebut terlaksana melalui program hibah internal tahun 2026 yang diberikan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Universitas Hamzanwadi.

Pelatihan yang bertempat di SDN 1 Teros ini mengusung tema “Profil Belajar Siswa (PBS) sebagai Inovasi Skrining Awal di Sekolah Inklusi.” Tema ini menekankan pentingnya menghadirkan instrumen identifikasi yang praktis dan aplikatif di tingkat sekolah dasar guna mendukung keberlangsungan pendidikan inklusif yang tepat sasaran.

Kegiatan pelatihan yang diikuti oleh sekitar 35 peserta ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru di sekolah inklusi dalam melakukan identifikasi dan asesmen ABK melalui penggunaan instrumen Profil Belajar Siswa (PBS).
 
Peserta terdiri dari seluruh guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan di SDN 1 Teros, serta mahasiswa/mahasiswi yang sedang melaksanakan kegiatan Asistensi Mengajar Universitas Hamzanwadi di sekolah tersebut.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber ahli dari Tim PKM Program Studi Pendidikan Khusus Universitas Hamzanwadi, yaitu Septiana Arini dan Nindya Seva Kusmaningsih. Kedua narasumber tersebut memberikan pemaparan materi konseptual sekaligus pendampingan praktik langsung bagi para peserta dalam memetakan hambatan belajar siswa.

Abdul Aziz, selaku Ketua Tim PKM sekaligus Koordinator Program Studi Pendidikan Khusus Universitas Hamzanwadi menegaskan pentingnya instrumen PBS sebagai langkah awal pendidik dalam mengenali keragaman kondisi belajar peserta didik di kelas tanpa harus menunggu diagnosis medis yang formal.

“Skrining awal tidak bertujuan untuk memberikan label atau diagnosis medis pada anak, melainkan untuk mengenali potensi, hambatan, serta kebutuhan belajar spesifik mereka. Melalui instrumen PBS ini, guru dapat merancang strategi pembelajaran yang lebih adaptif dan responsif sesuai karakteristik unik tiap peserta didik,” ungkapnya di saat pembukaan kegiatan.

Pihak SDN 1 Teros menyambut baik inisiatif dan pendampingan yang diberikan oleh perguruan tinggi tersebut. Sebagai sekolah yang ditunjuk sebagai pilot project sekolah inklusi di Kabupaten Lombok Timur, pihak sekolah menilai instrumen PBS sangat membantu kerja teknis para pendidik di lapangan.

“Selama ini kami kerap menghadapi kendala ketika mendapati siswa yang menunjukkan hambatan belajar di kelas karena keterbatasan instrumen identifikasi yang praktis. Pelatihan dan pendampingan langsung dari Tim Universitas Hamzanwadi ini memberikan wawasan mendalam serta panduan konkret yang sangat kami butuhkan,” ujar salah satu peserta kegiatan, selaku guru di SDN 1 Teros.

Sinergi dan komitmen antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat ekosistem pendidikan inklusif di Kabupaten Lombok Timur. Penunjukan SDN 1 Teros sebagai pilot project diharapkan mampu memicu pembenahan layanan pendidikan serupa di sekolah dasar lainnya.

Melalui kegiatan PKM ini, Universitas Hamzanwadi terus menegaskan perannya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam memberikan kontribusi langsung terhadap peningkatan kapasitas pendidik serta memastikan setiap anak mendapatkan hak belajar yang setara, adaptif, dan berkualitas di sekolah umum.