Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Tengah Lege Warman. Photo: Riki

RNETnews.com,Lombok Tengah - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Tengah Lege Warman menganggap pembangunan Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) di Desa Barebali, Kecamatan Batukliang tidak sesuai tempatnya dan terkesan hanya menghabiskan anggaran


"Pemkab ini kan terkesan membangun sesuatu tidak berdasarkan pertimbangan yang maksimal dan hanya untuk menghabiskan anggaran saja," Ungkap Lege Senin (17|7)


Terlebih Lokasi pembangunan KIHT yang dianggap tidak sesuai dan hal itu menjadi pertanyaan agar jangan sampai terkesan dibangun saja


"Seharusnya dalam pembangunannya itu dilihat dulu strategis atau tidak, misal kalau dibangun di Praya Timur atau Janapria kan sesuai, karena disana banyak petani tembakau dan lahan Tembakau juga," terangnya


Disamping itu, belajar dari pengalaman sebelumnya, seperti pembangunan pasar Seni yang ada di Desa Sengkerang, Praya Timur dan IKM sarang walet di Penujak, Praya Barat


"Itu juga tidak strategis, sehingga sekarang belum jelas mau diapakan," tanya lege 


Untuk itu, segala jenis pembangunan seharusnya harus dipikirkan dan di buat planing kedepannya serta pertimbangan lokasinya, sehingga hal itu bisa dimanfaatkan kedepannya dan tidak terkesan hanya untuk menghabiskan anggaran saja


"Pemda orientasinya hanya menghabiskan anggaran, apakah itu bisa dimanfaatkan atau tidak," tegasnya


Ketua DPC PBB itupun berharap agar Pemda ketika membangun sesuatu dipikirkan matang-matang


Diketahui bahwa, pembangunan KIHT atau Kawasan Industri Hasil Tembakau itu menelan anggaran sekitar 4 Miliar Rupiah (riki)