TpYiGfAoGfYiGUCpGSGoTUr8TA==

Satreskrim Polres Bogor Ungkap Kasus Pengoplosan Tabung Gas LPG

Pengungkapan terhadap pelaku penyalahgunaan tabung gas elpiji bersubsidi di wilayah Rumpin Kabupaten Bogor berhasil dilakukan Jajaran Sat Reskrim Polres Bogor. Photo: istimewa




RNETnews, Bogor – Pengungkapan terhadap pelaku penyalahgunaan tabung gas elpiji bersubsidi di wilayah Rumpin Kabupaten Bogor berhasil dilakukan Jajaran Sat Reskrim Polres Bogor, yang mana dalam pengungkapan tersebut sebanyak tiga orang pelaku berinisial GS alias BL (43), NS alias G (25), dan K (52) berhasil diamankan.

Kapolres Bogor AKBP Dr. Iman Imanuddin, S.H., S.I.K., M.H dalam konferensi persnya pada Kamis ( 27/10/’22) mengatakan bahwa pengungkapan yang berhasil dilakukannya tersebut berawal dari informasi masyarakat yang diterima oleh pihak Polres Bogor, yang mana dari informasi tersebut pihaknya langsung melakukan penyelidikan ke lokasi tempat kejadian penyuntikan pemindahan isi tabung gas berukuran 3 kilo gram ke tabung gas berukuran 12 kilo gram dengan menggunakan selang. Dalam melakukan aksinya pelaku ini juga menggunakan es batu untuk membedakan tekanan dalam tabung gas.

“Dari penyidikan yang kita lakukan, para pelaku ini telah melakukan penyuntikan gas sejak 1 bulan yang lalu. Sementara itu keuntungan yang mereka dapat ini sekitar 150 juta rupiah,” tutur Kapolres.

“Dari pengungkapan tersebut kita amankan juga barang bukti berupa 250 tabung gas 3 kg, kemudian 150 tabung gas 12 kg, 30 selang untuk memindahkan gas, batang bambu sebagai penyangga tabung gas, 1 unit mobil pick up, 1 unit kendaraan truk dan handphone,” terangnya.

“Ketiga pelaku ini akan kita jerat dengan pasal 55 undang – undang nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi sebagaimana diubah dalam pasal 9 undang-undang nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja kemudian selain itu juga terhadap para tersangka dijerat dengan pasal 62 8 B dan C undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dalam pasal 32 ayat 2 juncto pasal 30 undang-undang nomor 2 tahun 1981 tentang Metrologi dengan ancaman pidana paling lama 6 tahun penjara dan denda 60 Milyar rupiah,” pungkasnya. (Ria)

Komentar0

Berkomentar dengan mencantumkan link promosi otomatis kami hapus.

Type above and press Enter to search.