RNETTVnews,Lombok Tengah - Dugaan tawuran yang dilakukan oleh siswa SMAN 2 Praya dengan siswa SMAN 4 Praya yang mengakibatkan salah seorang siswa alami kecelakaan akibat saling kejar-kejaran


Kasat Reskrim Polres Loteng IPTU Redho Rizki Pratama mengatakan bahwa, pihaknya saat ini masuk mendalami motif tersebut. Terkait dengan apa penyebab tawuran tersebut masih belum diketahui


"Kita masih dalami dulu," ucapnya pada Rabu (3|8)


Ia menerangkan bahwa, kejadian tersebut sebenarnya dilakukan oleh siswa di satu sekolah, namun salah satu siswa tersebut memanggil temannya yang bersekolah di SMAN 4 


"Sebenarnya bukan antar sekolah lain, namun satu sekolah," jelasnya


Tawuran tersebut terjadi setelah pulang sekolah pada hari Selasa kemarin di Dusun Kemulah Kecamatan Praya


Akibat dari tawuran yang mengakibatkan kejar-kejaran membuat salah satu siswa mengalami kecelakaan dan dirawat di rumah sakit


Guna mendapatkan keterangan yang lebih jelas, pihaknya akan melakukan pemanggilan kepada siswa terkait dan juga akan mencari saksi-saksi di TKP sehingga dapat melakukan penyelidikan nanti nya


"Untuk menjaga kondusifitas antar Desa, pihaknya menghimbau agar desa masing-masing tidak melakukan hal-hal yang dapat merugikan salah satu pihak," terangnya


Sementara ditempat terpisah, Wakil Kesiswaan SMAN 2 Praya M. Mustanadi menerangkan bahwa, pihak sekolah baru mengetahui hal tersebut setelah adanya warga dari Desa Ketara yang merupakan korban kecelakaan akibat saling kejar-kejaran mendatangi sekolah pada hari ini (red, Rabu)


Namun, mengenai dengan adanya tawuran tersebut pihaknya mengatakan dilakukan di luar jam belajar sehingga tidak dapat melakukan pengawasan yang maksimal


"Kalau jam 7-2 siang itu kami tutup gerbang dan tidak ada yang keluar," katanya


Pihak sekolah juga akan melakukan pemanggilan terhadap siswa yang diduga tawuran serta kedua orang tua untuk meminta penjelasan terkait hak itu. (RA)