LOMBOK TIMUR- Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Lombok Timur berkerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lotim sukses melakukan pelatihan pelatih Lisensi D gelombang pertama yang diikuti oleh 58 guru olahraga dari 58 SMP negeri yang ada di Lotim.

Disampaikan oleh Wakil Ketua Askab PSSI Lotim, yang juga Ketua Panitia pelatihan, Iwan Setiawan tujuan dari dilaksanakannya pelatihan lisensi D bagi guru olahraga SD/SMP negeri di Lotim semata-mata untuk pembinaan usia dini, agar nantinya secara berkesinambungan atlet dan sepakbola Lotim jadi lebih baik dan berprestasi.

"Terlepas dari kekurangan Askab, kami terus berupaya bekerja maksimal untuk membangun sepakbola Lombok Timur yang lebih baik. Alhamdulillah Bapak Bupati menyambut baik program ini, melalui Dikbud kami telah berkerjasama untuk mencetak 500 pelatih dan 500 wasit, dan gelombang pertama untuk lisensi pelatih hari ini telah terlaksana," kata dia dalam sambutannya, Selasa (08/03/2022).

Pada kesempatan itu, ia juga berpesan kepada 58 guru olahraga yang telah mengikuti pelatihan untuk memaksimalkan teori dan teknik yang didapatkan kepada siswa dan siswi, dan pada masyarakat, khususnya pemuda agar sepakbola Lotim dapat berbicara lebih jauh, baik di tingkat provinsi ataupun nasional.

"Kepada rekan semua, kami berharap untuk membina siswa dan siswinya dengan maksimal, karena ilmu yang didapat begitu berharga dalam membangun sepakbola Lombok Timur. Di lain sisi, klub yang berlaga di Liga 3 Askab harus dilatih oleh pelatih berlisensi D, nanti rekan semua pasti menjadi bagian dari itu, dan tentu telurkan ilmunya kepada klub-klub itu," harapnya.


Sementara itu, instruktur yang memberikan kursus pelatihan pada gelombang pertama ini, Wolfgang Pikal mengaku sangat mengapresiasi langkah kerja nyata dari Askab PSSI dan Pemda Lotim dalam membangun SDM sepakbola, bahkan menurutnya kebijakan semacam ini merupakan yang pertama ia temukan di Indonesia.

"Program ini sangat bagus, dampak positifnya saya yakini bukan hanya untuk Lombok Timur tapi juga nasional. Kemarin saya sempat di Salatiga, saya bilang di sana untuk mencontohi Lombok Timur yang sangat bagus, dan ini saya rasa pertama di Indonesia ada langkah cemerlang seperti ini," papar mantan asisten pelatih Alfred Riedl pada Piala AFF 2010 itu.

Wolfgang Pikal juga mengaku puas kepada para peserta kursus pelatihan gelombang pertama ini, karena menurutnya para peserta memiliki disipilin tinggi, sekalipun secara teori dan teknik sepakbola relatif kurang, tapi diakui dia pasca mengikuti pelatihan, berdasarkan analisa dan penilaiannya para peserta mengalir peningkatan yang sangat signifikan.

"Setiap hari para peserta yang ikuti proses pelatihan saya pantau alami peningkatan, baik itu secara disiplin, teori dan teknis. Saya bersyukur atas capaian ini," tegasnya.

Terkait dengan kegiatan itu, salah satu peserta yang merupakan guru olahraga dari SMPN 1 Keruak mengaku sangat bersyukur dan berterimakasih kepada Askab PSSI Lotim dan instruktur yang telah memfasilitasi jalannya kursus kepelatihan itu, dan mengaku akan mendedikasikan ilmu yang telah didapat dengan semaksimal mungkin kepada siswa dan siswinya.

 
"Saya ucapkan terimakasih kepada Askab PSSI Lotim dan instruktur, kami telah diajarkan disiplin, teori dan teknik sepakbola yang luarbiasa, semoga itu bisa kami terapkan kepada anak didik kami. Semoga juga dengan pelatihan yang telah kami dapat, dapat berkontribusi lebih terhadap kemajuan sepakbola Lombok Timur tercinta ke depan," tegasnya. 

Untuk diketahui kursus pelatih lisensi D yang diselenggarakan oleh Askab PSSI Lotim ini berlangsung selama 7 hari di mana dipandu langsung oleh dua instruktur, yakni Wolfgang Pikal dan Jessy.(SR)